Jakarta (JN) - Banyaknya media massa yang bermunculan saat ini, semakin banyak informasi yang diperlukan oleh masyarakat juga tentunya ini dapat memberikan semangat tersendiri bagi berbagai media massa untuk berlomba menyajikan informasi dengan berbagai bentuk yang disajikan.

Oleh karena itu, media massa melalui Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dibawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Dialog yang mengangkat tema “Peran Media Massa Dalam Pembinaan, Penyuluhan dan Penerangan Agama Islam”

Menurut narasumber dari utusan media, Hasanuddin ,tidak dipungkiri, saat ini memang kondisi moral bangsa kita sedang banyak gangguan, bahkan bisa dikatakan terpuruk. Karenanya media massa coba merangkul Kemenag untuk ikut bertanggung jawab dalam rangka memberikan pembinaan, penyuluhan, penerangan keagamaan.

"Sebab, akan lebih efektif jika ditambah dengan mensyiarkannya melalui media massa yang memiliki jangkauan lebih luas,"ujar Hasanuddin pada acara yang digelar Sabtu (28/12) di Jakarta Selatan.

Masih menurutnya, memang sejauh ini ilmuwan agama masih banyak yang memilih pendekatan ilmu sosial semacam sosiologi, antropologi, sejarah dan filsafat untuk membaca dan menganalisa berbagai persoalan kehidupan umat beragama.

Sementara metodologi penelitian media luput, belum tersentuh atau belum dimanfaatkan sebagaimana ilmu-ilmu social lainnya.

"Kemunculan program-program ke-Islaman, mulai dari ceramah keagamaan, beragama sinetron dengan nuansa atau latar belakang budaya Islam, talkshow, sampai format tayangan lain yang intinya memunculkan Islam sebagai produk utama merupakan contoh bagaimana khalayak umat Islam telah memainkan peran penting dalam industri media massa di tanah air,"paparnya.

Sementara narasumber dari Tokoh Agama, Ustadz Kamaludin menambahkan, sejauh ini Kementerian Agama RI sudah sangat baik kinerjanya, apalagi ditambah dukungan dari media massa.

"Saya berharap dengan kegiatan, setidaknya akan ada beberapa manfaat yang bisa dipetik melalui materi, baik dalam upaya menambah wawasan atau pengetahuan jurnalistikan yang berkaitan dengan program keagamaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia,"ujarnya.

Dialog yang cukup interaktif ini diikuti oleh beberapa utusan media, tokoh masyarakat serta masyarakat umum dan dipandu secara lugas oleh Rianta. (idris)