Jakarta (JAKNews) - Sasaran untuk dapat bersama sama memerangi narkoba terus menjadi program utama Badan Narkotika Nasional (BNN). Mulai dari merangkul dan pemberdayaan elemen masyarakat dari intansi pemerintah, swasta, ormas, palajar, mahasiswa sampai komunitas otomotifpun tidak luput dari sasaran BNN.

Salah satu komunitas otomotif yang ikut berperan aktif yakni, Korea Otomotif Indonesia (KOI) yang pada Minggu (28/7) di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta mendapat pembekalan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, kejahatan narkoba dan efek-efek yang di timbulkan dalam segi kesehatan.

Menurut Dik Dik kusnadi, Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN, penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat dan permasalahan yang ditimbulkan sangat kompleks dan tidak mudah untuk mencapai target Indonesia Bebas dari Narkoba pada tahun 2015.

”Harus ada upaya khusus yang di lakukan pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda agar lepas dari bahaya penyalahgunaan narkoba seperti saat pemerintah menangani premanisme walau itu di anggap melanggar HAM,”ujar Dik Dik Kusnadi Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN.

Dik Dik menambahkan, tidak mungkin BNN bekerja sendiri,tetapi semua pihak, harus bersama-sama memandang dan menyadari bahwa hal ini sudah sangat penting serta mendesak.

Sementara Ketua KOI, Don mengatakan, KOI adalah sebuah organisasi otomotif pecinta mobil Korea yang beranggota lebih dari 300 orang, yang selama ini menitik beratkan pada kegiatan kekeluargaan, sosial kemasyarakataan serta edukasi dengan mengunjungi pabrik pabrik otomotif Korea di beberapa negara, seperti Malaysia dan Singapura.

“Tekad kami adalah mendukung gerakan anti narkoba sebagai wujud peran serta KOI dalam menyelamatkan keluarga, kerabat dan sesama komunitas bahkan generasi muda, karena BNN telah memberikan pemahaman bagi saya beserta teman-teman dan menginsiprasi saya untuk melakukan kampanye anti-narkoba,” ujarnya.

Don menambahkan cara pendekatan kepecandu narkoba merupakan langkah yang sangat tepat memutuskan mata rantai narkoba, paradigma masyarakat terhadap BNN ataupun petugas kepolisian yang dulu menempuh kebijakan dengan cara menakut nakuti para pengguna narkoba atau kebijakan yang di kenal dengan public security. (idris)