Kamis, 13 Oktober 2011 - 07:01:58 WIB
Pameran Kerajinan Buatan Indonesia di Bintaro Plaza
Diposting oleh : Redaksi
Bintaro, Tangerang Selatan, (JAKnewsonline.com) - Untuk terus meningkatkan inovasi dan pangsa pasar, Asosiasi Eksportir & Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) terus lakukan terobosan, salah satunya dengan melaksanakan pameran. Setelah sukses menggelar pameran di Mall Taman Anggrek yang berlangsung dari tanggal 4 - 9 Oktober 201, kali ini Asephi gelar pameran di Atrium Plaza Bintaro yang dibuka oleh Wakil Walikota Tangerang Selatan, H. Benyamin Davnie, Rabu, (12/10).

Wawalkot Tangsel Benyamin mengatakan, event ini diharapkan bisa memacu munculnya kerajinan-kerajinan baru dari para pengrajin tradisional yang bisa meningkatkan produktivitas masyarakat.

"Indonesia ini luas, jadi kesempatan sekaranglah masyarakat , khususnya masyarakat Tangerang Selatan dapat melihat langsung serta memiliki kerajinan lokal nan indah bernilai seni tinggi dari Sabang hingga ke Merauke," ujarnya.

Airin menambahkan, masyarakat harus lebih produktif dan kreatif guna menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan, karena suatu saat kekayaan alam ini akan habis, namun sumber daya manusia akan terus lestari.

" Selain itu juga, pameran ini dapat lebih mendekatkan dan memasyarakatkan berbagai produk unggulan hasil karya inovasi baik yang diperkenalkan melalui media cetak, pameran atau gelar secara lokal maupun nasional,"ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asephi Thamrin Bustami menjelaskan, pameran ini untuk membantu para anggota dalam memasarkan dan mempromosikan usahanya, terutama bagi anggota yang selama ini kesulitan berpameran.

"Pameran ini diikuti sekitar 60 stand sama seperti yang di Mall Taman Anggrek, yang terdiri dari usaha batik, sedangkan sisanya asesoris, dan produk tradisional lainnya," katanya di Atrium Bintaro Plaza.

Peserta pameran ini, lanjutnya, peserta tidak hanya para eksportir, tapi juga pengusaha skala kecil yang baru belajar memasarkan produknya.

Mengenai perkembangan ekspor anggota Asephi, dia mengungkapkan untuk ekspor mebel memang mengalami penurunan karena masih terimbas ekonomi global. Namun kalau ekspor tekstil mampu tumbuh hingga 20% dari tahun lalu. (idris)





    © 2009-2012 JakNewsonline.Com — All rights reserved