Home / Berita Ekonomi dan Bisnis

West Senayan, Konsep Apartemen, Mal dan Kios di Ciledug Yang Sudah Progress 26 Persen

Kamis | 19 April 2018 | 20:28:23 WIB
West Senayan, Konsep Apartemen, Mal dan Kios di Ciledug Yang Sudah Progress 26 Persen FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — CILEDUG, Keinginan kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam sektor tempat tinggal (Apartemen, red) sekaligus pusat perbelanjaan (mal) dan kios membangkitkan semangat Moizland Development yang bernaung di bendera PT Sentra Bisnis Ciledug membangun apartemen dan pusat perbelanjaan West Senayan di Jalan KH Hasyim Ashari, Ciledug, Kota Tangerang (Banten).

Dalam perjalanannya, proyek pembangunan Apartemen West Senayan, sebelumnya bernama Apartemen Palm Regency ini dimulai pada Maret 2017 dan rencananya pada akhir tahun ini (Nopember 2018, red) akan laksanakan prosesi topping off dan selanjutnya akan serah terima bangunan pada akhir 2019.

"Perubahan nama menjadi West Senayan dimaksudkan untuk menunjukan lokasinya di Ciledug di sisi barat Senayan dengan jarak tempuh sekitar 20 menit dari Senayan", ungkap Project Manager, Ir Gde Sukaratha S.MT kepada wartawan di kantor proyek, Kamis (19/4/18) sore.

Dijelaskan, hingga minggu ini progresnya sudah mencapai 26 persen yang sudah terecord, memang masih rendah, hal ini terkait pengerjaan pondasi yang agak rumit, namun dirinya yakin untuk pengerjaan keatas akan lebih cepat terealisasi. Sementara untuk fasilitas lain yang bekerjasama dengan stakeholder lain seperti jaringan listrik (PLN) dan pengadaan air dengan PDAM.

"Untuk instalasi air sudah sampai sini, nanti PDAM tinggal hanya menambah kapasitas saja, karena memang kebutuhan kita tinggi. Jadi saya tekankan, kami tidak menggunakan air tanah, apalagi air tanah disini cukup salam", terangnya.

Perlu diketahui katanya, bahwa untuk pemeliharaan dan perawatan tanaman maupun bangunan pihaknya memanfaatkan air tadah hujan yang ditampung dalam penampungan air (Ground Water Tank) dengan kapasitas 300 kubik.

Kembali katanya, memasuki satu tahun proses pembangunan, diungkapkan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masih tetap terjaga baik, artinya Zero Accident.

"Saya akui kontraktor PP (PT Pembangunan Perumahan, red) memang sangat ketat dan disiplin dalam menerapkan prosedur kerja kepada pekerja disini. Selain itu juga PP sangat memperhatikan Health, Safety Executive (HSE) dan luar biasa menjadi utama. Dan saya juga wanti-wanti banget agar pekerja tetap menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).

"APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya", jelasnya.

Menyikapi masalah pembangunan yang berdampak gangguan kepada masyarakat, pihaknya selalu menerapkan pendekatan secara persuasif dengan edukasi yang dapat dimengerti oleh masyarakat.

"Diawal merintis pembangunan ini, kita melakukan pendekatan secara person to person kepada masyarakat sekitar termasuk juga dengan tokoh masyarakat. Kami sama-sama makan bareng, kita tampung keluhan-keluhan hingga proses amdal yang memakan waktu satu tahun", katanya.

Sebagai informasi, bagi Moizland Development, proyek propert West Senayan adalah proyek perdana yang digarapnya dengan investasi bangunan (fisik) Rp 350 miliar luas tanah 4.500 m2. Dengan segmen harga yang kompetitif bila dibandingkan dengan apartemen lain, pihak West Senayan akan mengintegrasikan bus pengumpan busway ke halte busway di depan kampus Budi Luhur. Kedepannya, pihak Moizland akan mengembangkan bisnis properti di Cirebon, Jawa Barat. (idris)



Penulis:
Editor: Redaksi