Home / Pendidikan dan Artikel

Unindra PGRI Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-61

Senin | 07 Mei 2018 | 08:14:47 WIB
Unindra PGRI Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-61 FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — Jakarta, Sebanyak 1.288 lulusan mengikuti sidang senat terbuka Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dalam rangka wisuda Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Untuk wisuda kali ini, lulusan sarjana Unindra memang agak sedikit yakni sebanyak 505 wisudawan sarjana strata satu (S1)) dan 783 lulusan Magister. Hal ini dikarenakan untuk wisuda sarjana (S1) merupakan mahasiswa pindahan", jelas rektor Unindra PGRI, Prof Dr H Sumaryoto, Sabtu (5/5) saat memimpin Sidang Senat tersebut.

Rektor menambahkan, pada prinsipnya universitas harus membina pendidikan lebih baik, tentunya harus dimulai konsistensi melaksanakan peraturan yang berlaku.

"Dengan peraturan yang diatur dalam undang-undang nomor 12 tahun 2012 itulah sebagai pijakan untuk membina dan mengembangkan pendidikan tinggi di Indonesia", ujarnya.

Pada kali ini juga katanya, ada yang berubah biasanya yang dipanggung ini adalah anggota senat, ini merupakan hal yang konsisten dengan peraturan, yang sesuai dengan yang berlaku, dipanggung ini adalah pimpinan akademik yang terdiri atas rektor, para wakil rektor, para dekan dan wakilnya serta ketua program studi. Ini baru dimulai pada wisuda ke-61.

"Saat ini struktur organisasi Unindra juga berubah nanti ada lima (5) fakultas, inipun sesuai tuntutan akreditasi perguruan tinggi. Fakultas yang baru yakni, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Matematika, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam yang sebelumnya tergabung dalam Fakultas Teknik dan MIPA. Selama kurun waktu wisuda yang lalu, Unindra juga sudah meningkatkan akreditasi satu program studi yaitu desain komunikasi visual yang semula Grade B, saat ini sudah naik menjadi Grade A. Sementara untuk dosen, Unindra sedang memproses peningkatan kualifikasi pendidikan S2 menjadi S3," paparnya.

Untuk perkembangan sarana dan prasarana walaupun sudah mempunyai tujuh unit gedung yang tersebar di dua kampus yaitu kampus A dan kampus B, Unindra masih terus membangun.

"Tahun ini akan dibangun segera delapan unit gedung enam lantai yang masih dalam proses perizinan," ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, rektor Unindra Sumaryoto menyampaikan mengenai Tri Darma perguruan tinggi, yang pertama dibidang akademik. Unindra sudah memulai melaksanakan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang sudah ditetapkan akhir Desember 2017.

"Semua SOP yang diperlukan sudah ditetapkan dan dimulai, sesuai jalur yang ditetapkan didalam SNPT, termasuk memecah fakultas serta mengatur beberapa hal yang berkaitan dengan SNPT", ucapnya.

Kembali dijelaskan, pihaknya (Unindra, red) sedang menunggu proses akreditasi, program studi-studi sudah masuk, tinggal menunggu visitasi. "Visitasi itu pada prinsipnya adalan mencocokkan data dengan fakta yang dilakukan para asesor. Mohon doa restunya, dari mulai pengurus besar, pimpin yayasan, pengurus daerah, dewan kurator dan segenap civitas akademika, dosen dan mahasiswa, agar proses akreditasi Unindra ini dapat berjalan dengan sukses dan berhasil meraih predikat yang kita harapkan," harapnya.

Selain itu prestasi akademik Unindra patut dibanggakan karena telah berhasil menjadi juara nasional perguruan tinggi berprestasi dan berada pada posisi lima besar perguruan tinggi di Indonesia.

"Mahasiswa Unindra pada Februari 2018 berhasil mengukir prestasi menjadi juara nasional yang ketiga sekaligus juara pertama untuk media pembelajaran Fisika. Ini merupakan bukti bagi Unindra, bahwa mahasiswa Volunteer bukan mahasiswa sembarangan," ujar Sumaryoto. (is)



Penulis:
Editor: Redaksi