Home / Berita Nasional dan Daerah

Prihatin Teror Bom, Boenda Mariana Serukan Rasa Sayang dalam Berbangsa

Rabu | 16 Mei 2018 | 07:52:59 WIB
Prihatin Teror Bom, Boenda Mariana Serukan Rasa Sayang dalam Berbangsa FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Belakangan ini, Indonesia sedang dirundung duka akibat teror bom yang mengguncang di beberapa titik di Surabaya, Jawa Timur.

Rasa simpati datang dari berbagai elemen bangsa, seperti tokoh bangsa, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh perempuan, seperti Ir Hj Mariana Harahap, MBA.

Boenda Mariana sapaan akrabnya selaku Ketua Komunitas #PerempuanBerdaya mengecam dan mengutuk aksi biadab teror yang terjadi di Surabaya pada Minggu, (13/5/18) kemarin.

Bunda menilai bahwa cara-cara seperti ini haram untuk dilakukan. Tak ada satupun petunjuk atau ajaran agama yang membenarkan teror untuk motif dunia apa lagi akhirat. Apa lagi jika teror tersebut sampai menghilangkan nyawa anak manusia pastilah bertentangan dengan ajaran apapun.

Boenda Mariana menyatakan bahwa pentingnya untuk menghadirkan rasa sayang, ditengah bangsa yang besar. Besaran luas wilayah serta keragaman didalamnya hanya bisa diikat melalui rasa kasih sayang antar sesama. Dan rasa itulah yang dahulu menjadi sebab Indonesia dapat merdeka.

Rasa kasih sayang melahirkan jiwa perjuangan melihat pembodohan dan penindasan dilakukan oleh penjajah terhadap kaum pribumi, rasa kasih sayang kemudian menuntun RA. Kartini untuk menulis surat-surat kepada kolega-koleganya di Belanda, rasa kasih sayang akhirnya mengumpulkan para pemuda ditahun 1928 berkumpul dam bersumpah serta rasa kasih sayang pula akhirnya menghantarkan Soekarno Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Komunitas #PerempuanBerdaya ini berpendapat bahwa negara harus memiliki perhatian khusus terhadap peranan perempuan dalam hal ini kaum ibu. Ibu merupakan madrasah pertama bagi pendidikan anak-anak mereka.

"Saya berharap pendidikan cara mendidik, wajib diajarkan oleh negara kepada para ibu. Terlepas dari status sosial, suku, agama dan latar psikologi seorang Ibu, seharusnya negara memiliki kurikulum pendidikan tersendiri untuk para Ibu, dan itulah salah satu misi #PerempuanBerdaya," ujarnya.

Melalui sentuhan pendidikan #PerempuanBerdaya inilah akan dapat ditanamkan pondasi-pondasi dasar sebagai bekal filosofis dan analisis dikemudian hari bagi anak-anak yang akan tumbuh berkembang menjadi generasi penerus bangsa. Bekal tersebut dapat menyaring ideologi ataupun ajaran-ajaran yang disampaikan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab dan memiliki niat buruk dalam kehidupan bernegara.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa duka cita mendalam untuk para korban teror, sekaligus mendoakan bapak/ibu aparat penegak hukum diberi kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak berkelanjutan dan melebar hingga kedaerah lain," ungkap Boenda Mariana.

Lebih lanjut, beliau mengajak agar seluruh komponen masyarakat tak mengeksploitasi atau mempolitisir peristiwa ini sehingga semakin memperkeruh suasana. Faktanya ada teror, ada korban dan ada ancaman kebangsaan yang membutuhkan penanganan pihak berwajib, mari doakan dan bantu pemerintah sejauh apa yang kita bisa. Sudah itu saja.

"Mari kita tumbuhkembangkan rasa saling sayang atas nama pertiwi. Untuk para ibu, ajarkanlah anak-anak kita tentang arti kata sayang dan menyayangi," tutupnya. (bn/is)



Penulis:
Editor: Redaksi