Home / Berita Pemerintahan

Arti 2092 MW Bagi UPJP Priok di harlah ke-57

Jumat | 02 Agustus 2019 | 13:07:53 WIB
Arti 2092 MW Bagi UPJP Priok di harlah ke-57 FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Pada tahun 2012 lalu, General Manager Unit Pembangkit (UBP) Priok yang saat itu dijabat Ashin Sidqi melontarkan ide perlunya ditentukan tanggal lahir Priok. Hal ini sebagai bentuk penghargaan terhadap para senior pembangkitan Priok dan menumbuhkan kebanggan bagi insan Priok.

Sebelum ada penentuan tanggal tersebut, yang ada di benak setiap insan Priok bahwa di sini pernah didirikan PLTU tertua di Indonesia yang dibangun pada jaman Presiden 1 RI untuk menghadapi event besar saat Asian Games (GANEFO) saat itu disebutnya.

Event Akbar Asian Games berlangsung tanggal 24 Agustus sampai dengan 4 September 1962, berarti PLTU beroperasi sebelum tanggal itu dan di tahun 2012 Priok mencapai usia 50 tahun (Emas).

Berjalannya waktu, dilakukanlah pencarian dokumen dengan melakukan sayembara penentuan tanggal beroperasinya PLTU 50 MW tersebut. Faktanya memang data-data yang ada saat itu sudah sangat minim sehingga diperlukan effort untuk menentukan tanggal beroperasinya PLTU.

Salah satu SPS di procurement Choirul Anam yang menemukan fakta di atas yang ditemukan dalam situs sebagai berikut :

http://eresources.nlb.gov.sg/newspapers/Digitised/Article/straitstimes19621028

Sebagai hadiah atas dokumen tersebut, Choirul Anam yang akrab disapa mas Choi mendapatkan penghargaan dengan dikirim ke Singapore untuk melihat dan mencopy dokumen tersebut secara langsung di Singapore Press Holding.

Berdasarkan dokumen tersebut didapatkan tanggal commissioning PLTU di 31 Juli 1962 dan akhirnya tanggal tersebut akhirnya disepakati sebagai Hari Lahirnya (Harlah) Priok.

"Akhirnya pada tanggal 31 Juli 2019 lalu, Priok memasuki usia ke 57, sehari sebelumnya pas di beban puncak sore di tgl 30 Juli 2019 pembangkit kita mencapai beban tertingginya sebesar 2092 MW," jelas salah satu sumber dari pihak PT Indonesia Power (IP) UPJP Priok melalui keterangan tertulis yang diterima jaknewsonline.com

Kapasitas pembangkit Tanjung Priok berkembang dari 50 MW di tahun 1962 menjadi 2800 MW di tahun 2019 (56 X lipat).

"Ini menjadi kebanggaan ketika ditanggal tersebut dapat mencetak pembebanan tertinggi di 2092 MW, ketika diotak atik dari angka tersebut 20 + 9 + 2 = 31 (ternyata ketemu tgl hari lahir)," ungkapnya.

Pihak Priok memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas nikmatnya yang telah diberikan kepada para senior kita, kepada kita dan generasi penerus setelah kita bahwa di tempat ini dilimpahi penuh kenikmatan dan keberkahan yaitu sustainability sebuah pembangkit yang terus bertransformasi menyesuaikan jaman sehingga sampai saat ini masih berkontribusi di kelistrikan Indonesia.

"Saatnya kita tunggu kemampuan memikul beban-beban yang lebih tinggi dengan keandalan tinggi dan tentunya semangat dan budaya khas Priok : kerja keras dan loyalitas tanpa batas," imbuhnya.

Uploader : Is.Idris



Penulis:
Editor: Redaksi